I'm Detect you entered

Tampilkan postingan dengan label ♥Seputar remaja♥. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ♥Seputar remaja♥. Tampilkan semua postingan

6 Nov 2011

☺WHAT IS LOMOGRAPHY?

Well Guys, kali ini gue bakal ngebahas apa itu Lomo photography, sebagian atau mungkin dari kalian pasti tau kan apa itu kamera LOMO? yap kamera berlensa khusus ini memang sangat unik. photo yang diambil kamera ini keren lho, soalnya gradien dan saturation yang diambil oleh kamera ini keren abis. but harganya bervariasi dari 300 rebu ampe ampat juta guys. well bagi kalian pencinta lomography, pasti bakal bela-belain buat beli ni kamera :)



Sejarah Lomografi
Awal mula lomografi dimulai ketika seseorang yang bernama Michail Panfilowitsch Panfiloff meneliti sebuah kamera yang diperolehnya. Michail merupakan salah satu tokoh terpenting dalam LOMO Russian Arms and Optical yaitu pabrik senjata dan alat-alat optik Uni Soviet. Kamera yang menarik perhatiannya itu didapatkannya dari Jenderal Igor Petrowitsch Kornitzky yaitu orang kepercayaan Menteri Pertahanan dan Industri Uni Soviet. Kamera tersebut adalah Cosina CX-1 yang berasal dari Jepang. Dari hasil penelitian yang dilakukan tahun 1982 tersebut, mereka akhirnya menyepakati untuk meniru dan mengembangkan desain kamera tersebut untuk kemudian diproduksi bagi warga Uni Soviet. Tiruan kamera Jepang itu pun mereka namakan Lomo Kompakt Automat yang juga dikenal dengan nama Lomo LC-A. Cita-cita mereka untuk memproduksi kamera tersebut dalam kuantitas yang besar baru tercapai dua tahun kemudian. Pada awal produksi sebanyak 1100 unit kamera dibuat setiap bulannya hanya untuk pasar di Uni Soviet. Tak lama kemudian, kamera ini sudah diekspor ke negara-negara komunis lain seperti Ukraina, Polandia, Ceko dan Kuba.
Namun, produksi kamera tersebut berangsur-angsur lemah hingga ditemukan kembali pada 1991 oleh dua orang mahasiswa di Wina, Austria yaitu Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger. Mereka kemudian menggunakan kamera tersebut untuk mengambil gambar di kota Praha dengan cara yang tidak umum. Mereka mencoba untuk mengambil gambar sebanyak-banyaknya dari posisi yang tidak biasa seperti dari pinggul dan melewati kaki. Selain itu, mereka juga memproduksi kamera yang mereka gunakan dan menjualnya dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan kamera lainnya. Lomografi kemudian mulai berkembang dengan pesat setelah kedua mahasiswa tersebut gencar mempromosikan lomografi kepada teman, kerabat, keluarga bahkan orang yang tidak mereka kenal. Sebuah klub pencinta lomografi pun dibentuk di Wina dan diberi nama Lomographische Gesellschaft atau “Komunitas Lomografi”. Melalui komunitas inilah kemudian berbagai pameran lomografi berhasil dilaksanakan di kota-kota besar seperti St. Petersburg, Wina, Moskow, New York, Berlin, Havana, Zurich, Cologne, Madrid, Kairo dan Tokyo.
Lomo_LCA
Karena sedikitnya persediaan kamera Lomo saat itu, maka Fiegl dan Stranzinger mengunjungi pabrik LOMO di St. Petersburg. Mereka kemudian berhasil meyakinkan kepala pabrik dan wakil walikota St. Petersburg waktu itu yaitu Vladimir Putin untuk memproduksi kembali kamera Lomo LC-A dalam jumlah yang besar.

Film Analog
Roll Film Analog yang umum beredar terdiri dari 2 jenis:
35 mm: adalah format film kecil dengan ukuran bagian sensitif cahaya 24x36mm untuk setiap pengambilan, walaupun beberapa kamera memiliki kemampuan untuk membaginya dua untuk keperluan efisiensi.
35mm biasanya dikemas dalam selongsong tabung kecil, umumnya untuk 24 dan 36 kali pengambilan gambar. Kualitasnya tidak setara dengan film format menengah (medium format) dan format lebar (large format), tetapi sangat praktis.
Film keluar dari tabung lewat lubang kedap cahaya – lubang berbentuk garis kecil dengan kain penyerap cahaya warna hitam. Tetapi tentu saja dibuat film dalam jumlah banyak (bulk) dan kemudian digulung sendiri dalam tabung pakai ulang. Hasilnya adalah rol film bisa lebih panjang dan lebih hemat.
35mm film
120 mm (medium format): 120 adalah format film untuk fotografi diperkenalkan oleh Kodak untuk mereka: Brownie No 2 tahun 1901. Ini pada awalnya ditujukan untuk fotografi amatir namun kemudian digantikan dalam peran ini dengan 135 film. Seiring dengan relatif dekatnya, 220 film, 120 film yang bertahan sampai hari ini sebagai film format hanya media yang tersedia untuk kedua profesional dan penggemar amatir.
120mm Film

Jenis-jenis Kamera Lomo
Action Sampler:
Kamera ActionSampler akan menghasilkan foto yang terbagi menjadi empat bagian (dua diatas dan dua dibawah) dalam satu kertas foto.
Action Sampler Hasil 1
Color Splash: Hasil foto dengan menggunakan kamera jenis colorsplash akan bermain dengan warna. Warna yang tampil difoto belum tentu sesuai dengan warna asli. Kamera ini seringkali digunakan untuk acara di malam hari.
Fisheye: Kamera saku dengan lensa mata ikan (fisheye). Cakupan pandangan 170 derajat. Hasil foto berbentuk bulat seperti mata ikan.
Kamera LOMO FISHEYE ada 2 jenis, yang tipe pertama disebut fisheye1, dan tipe kedua atau disebut fisheye2. Beda dari 2 tipe ini adalah, tipe kedua mempunya viewfinder yang cembung, jadi kita dapat tahu bagaimana hasil gambarnya. Dan juga sudah dibekali dengan mode Bulb dan Multiple Exposure.
Frogeye Underwater: Kamera ini tetap dapat digunakan meski di dalam kolam renang/air tanpa casing khusus. Itu sebabnya kamera jenis ini disebut frogeye atau Mata Katak. Kamera ini sekarang tidak diproduksi lagi (dead stock).
Supersampler: Kamera ini mirip dengan ActionSampler karena kedua kamera tersebut sama-sama menghasilkan foto yang terbagi menjadi empat bagian dalam satu kertas. Namun, hasil dari kamera SuperSampler terbagi menjadi bagian-bagian yang memanjang atau horisontal ataupun vertikal.
Super sampler hasil 1
Oktomat: Dalam 1 kali jepret akan tampil menjadi 8 foto
Pop9: Dengan 1 kali jepret akan tampil menjadi 9 foto kecil dalam 1 lembar foto.

Menyimpan ke dalam media digital
Untuk menyimpan hasil jepretan kamera lomo, bisa dengan cara mencuci filmnya, lalu dicetak, lalu discan manual.
Atau dengan langsung menscan negatif filmnya.

Beberapa hasil jepretan LOMO :)


30 Okt 2011

Blackberry penting gak?

snap,snap. tadi gue sempet ngeliat temen gue sibuk ngotak ngatik BB barunya, asik banget ,hm gue penasaran. trus gue tanya deh fitur fiturnya, yah emang smartphone sih tapi fasilitasnya ga maksimal banget digunain, paling paling buat BBM an sama internetan, ckckckck, ironis melihatnya, sebegitu pentingkah blackberry buat kita, atau cuma menjadi ajang gengsi semata, secara di zaman yang serba canggih ini Blackberry menjadi salah satu pelengkap kebutuhan anak gahol sekarang, yang kebanyakan berasumsi bahwa tidaklah gahol apabila belum mempunyai BBB (behel, blackberry, dan Bemo -__-) *plak..well bukannya gue apa ya no offense deh, gue ga nyalahin buat pengguna BB itu kan hak hak kalian punya BB tapi yg ironis BB ini menjadi patokan kelas dan pergaulan, serta anak anak ingusan alias bocah sd maupun tk pun hpnya sudah BB, buat apa coba ?-__-.. di luar sana pengguna smartphone ini banyak berasal dari kalangan pebisnis guys yang memang kebutuhan akan informasi sangat dituntut. ini nih beberapa artikel mengenai blackberry ;)

POPULARITAS BLACKBERRY DI KALANGAN REMAJA

Smartphone kini menjadi suatu kebutuhan bagi banyak orang. Tak hanya dari kalangan orang dewasa saja atau para pekerja tingkat menengah ke atas, kini anak muda sekarang pun banyak yang menggunakannya.
Beragam golongan menggunakannya. Mulai dari nenek kakek, ayah ibu, orang dewasa, para mahasiswa dan mahasiswi,  para siswa-siswi SMP-SMA, bahkan anak SD.
Contoh SmartPhone yang marak masa kini adalah BlackBerry(BB). Segala jenis dari mereka, mulai dari yang primitif semisal Curve 8300,  sampai versi  canggih semisal Bold dan Onyx. BB menjadi trend tersendiri. Popularitas BB di kalangan anak remaja memang pesat luar biasa. Bak meteor yang jatuh ke bumi tak bisa dihalangi lagi. Terus melaju dahsyat dan banayk anak remaja yang menggunakannya.
Mengapa BB itu dijadikan Smartphone yang paling marak dikalangan remaja dan anak-anak? Ya….,karena BB itu canggih dan dapat diumpamakan sebagai laptop mungil yang fleksibel. Juga  karena BB mewakili laptop dan gadget yang lainnya. Sebab itulah banyak para remaja memilih BB, singkatnya, mempermudah komunikasi, dan juga gengsi hehehehe. Hari gini nggak pakai BB, apa kata dunia???
Banyak pendapat dilontarkan anak remaja. Contohnya pendapat Caca siswa dari kelas 7D SMP Labschool jakarta yang sudah lama memakai BB. Dia merasa sangat dimudahkan dengan adanya BB. Caca sudah 1 tahun memakai BB sebagai alat komunikasi dan informasi. Sebagai pelajar ia memilih BlackBerry Javelin, “Gue ngerasain dengan bentuknya yang tidak terlalu besar dengan kamera 3,2 Mpix sangat cocok dengan gue banget”, ujar cewek manis berambut panjang ini. Harganya pun juga cocok dengan kantong Caca sekarang ini. Maklumlah masih ngarep dari ortu. Karena sekarang harga BB lumayan relatif murah bagi orang-orang yang tergolong setengah mampu atau biasa disebut menengah keatas.
Tetapi, ada dampak negatif dari BlackBerry loh! BB bisa membuat orang ketagihan, sehingga terlalu fokus dan berkonsentrasi dengan dunianya sendiri( BlackBerry-nya), sehingga kita menjadi semi-autis,  kurang peduli, dan terfokus/berkonsentrasi dengan lingkungan sekitar di dunia nyata, serta jadi kurang berkonsentrasi dengan pelajarannya dan kewajiban-kewajiban yang semestinya dilakukan, serta yang lebih bahaya lagi, anak-anak remaja dapat membuka situs-situs yang membahayakan, dalam artian haram dibuka, seperti situs porno, dan lain-lain. Kata Tasya dan Cissa yang sama-sama memiliki javelin, “BlackBerry memang praktis”. Wajar saja bila popularitasnya naik di kalangan anak remaja.
Sumber:


Blackberry, atau yang lebih dikenal dengan sebutan BB, sepertinya saat ini telah menjadi salah satu kebutuhan utama, layaknya sandang, pangan dan papan. Atau mungkin bahkan lebih ekstrim lagi diatas dari ketiga kebutuhan primer diatas, misal : biarlah masih ngekost atau ngontrak, tapi menenteng kesana kemari sebuah BB di genggamananya ataupun rela mengurangi jatah makan guna mendapatkan si “berry hitam” yang tengah menjadi idola masyarakat perkotaan, khususnya Jakarta.
Kita coba kembali sekitar tahun 2007 kemarin, dimana demam Communicator (sebutan dari Nokia Communicator family) melanda ibukota ini. Masyarakat Jakarta dan kota-kota besar lainnya pun rela antri dari subuh di depan konter penjual Nokia, baik yang resmi ataupun tidak hanya untuk bisa mencicipi si “brick-like smartphone” terbaru itu.
Mereka pun rela membayar selisih lebih sekian ratus ribu atau sekian juta rupiah untuk menjadi nomor pertama didalam waiting list yang telah mengular bak antrian sembako ataupun minyak tanah itu. Itu semua karena pada saat itulah Nokia E90 dilaunching untuk pertama kalinya di dunia, dan Indonesia lah pilihan utama tempat peluncuran handphone pintar terbaru dari Nokia.
Tidak salah memang pihak marketing Nokia memilih Indonesia sebagai tempat peluncuran pertama kali Nokia E90, yang kadang-kadang diplesetin dengan “EGO“, hampir sebagian besar masyarakat Indonesia mempunyai ego yang sangat tinggi. Melebihi dari realitas yang bisa ditolerir oleh orang pada umumnya. (termasuk juga saya kali ya .. hehehe .. ;) )
nokia-e90-9500-9210i.jpgJangan heran jika Anda mendapati sebuah rumah gubuk reyot yang tidak ada atapnya berlubang-lubang tetapi didalamnya terdapat sebuah televisi 21 inchi dan pemiliknya sedang berasyik masyuk sms-an ria atau berhaha-hihi dengan sebuah handphone yang cukup buat beli beras untuk sebulan lamanya.
Itu contoh untuk kaum marginal ataupun yang berekonomi pas-pasan, coba kita tengok diseberang sana, kelakuan yang hampir serupa tapi dalam taraf yang lebih parah pun melanda kaum gedongan ataupun borjuis yang duitnya seolah-olah tidak berseri saking banyaknya.
Contoh nyata, mobil paling terkini yang masih dipamerkan disebuah ajang motorshow diluar negeri sana, hanya dibuat secara limited (terbatas) dan jumlahnya di seluruh dunia hanya ada 10, jangan kaget jika 2 atau 3 dari jatah itu adalah untuk orang Indonesia. Hebat !! ;)
Sekarang kita kembali lagi ke topik diatas, tentang fenomena blackberry yang seolah-olah meluluh lantakkan berbagai macam fenomena-fenomena alam yang telah terjadi selama ini dan gegap gempita Pemilu yang sebentar lagi berlangsung. Fenomena ini sedang melanda masyarakat kota besar hingga pelosok negeri. Yang muda ataupun tua, dari anak kuliah hingga orang perkantoran. Semuanya terbius dengan si “berry-hitam” yang konon presiden Amerika Serikat yang baru saja dilantik, Barrack Obama pun tidak bisa lepas darinya.
Coba simak hasil wawancara berikut ini, kira-kira apa saja harapan orang-orang terhadap Blackberry ataupun dorongan hasrat paling mendalam seperti apa sehingga membuat seseorang rela untuk menebus sebuah alat komunikasi ini senilai satu ekor sapi jantan, sehat, kuat, dan siap untuk dikorbankan di Hari Idul Adha setiap tahunnya. (sekitar Rp 6 juta - 8 juta ketika tulisan ini diketik. sumber : Bhinneka.com)
“Dengan BB, gue bisa chatting, check email, buka fesbok (facebook), browsing dimana aje .. pokoknye ngga ketinggalan informasi dah!”.

Kebutuhan akan komunikasi data maupun suara dimana saja dan kapan saja, saat ini sudah menjadi hal yang lumrah. Seiring dengan pertumbuhan teknologi komunikasi yang semakin memudahkan seseorang untuk bisa terhubung ke seluruh penjuru dunia lewat bantuan Internet. Tapi apakah Anda lupa, itu semua telah menjadi fitur utama dari semua smartphone mulai dari jaman Nokia 6600 diluncurkan (kira-kira 7 tahun yang lalu).
bb-e71-e61.jpgMemang sih Nokia 6600 tidak secantik dan secanggih BlackBerry ini, tapi di merk lain pun saat ini telah mengeluarkan berbagai macam jenis smartphone guna menghadang laju BlackBerry ini, sebut saja dari kubu Nokia yang mengeluarkan E71 ataupun  E63 yang lebih dulu keluar, yang mempunyai fitur dan fungsi yang setara dengan BlackBerry, dengan membawa nilai lebih yaitu harga yang lebih masuk diakal daripada BB dan bisa digunakan dengan kartu dari operator manapun juga.
Koneksi WiFi, GPRS, EDGE, HSDPA, Bluetooth, infrared adalah syarat utama sebuah handphone yang menyandang titel smartphone. Apa sih smartphone itu ? Gubraks .. Jadi kemana saja selama ini kawan ? Monggo di intip penjelasan smartphone disana. ;)
“Tongkrongannya Blackberry sekarang khan manteb coy … ngga malu-maluin lah kalo lagi nge-mail ataupun kopdar di kafe-kafe bareng temen-temen kongkow”.
Sepertinya RIM (Research in Motion), yang membuat si blackberry ini mulai mengerti akan kebutuhan tampilan (fashion) dewasa ini. Coba lihat design dan tampilan Blackberry 2 atau 3 tahun yang lalu (seperti pada gambar diatas). Tak ubahnya sebuah kotak untuk pengganjal buku ataupun sebuah hardisk eksternal ;) . Dengan design yang tampil elegan, manis, membulat disana-sini, serta nuansa glossy (mengkilap) saat ini, pamor Blackberry pun tak ubahnya si Cinderella yang berubah dalam semalam, dari si buruk rupa menjadi si cantik dan menawan.300_blackberry_bold.jpg
Sekarang pilihan ada di tangan Anda. Apakah Anda rela merogoh kocek lebih dalam lagi hanya untuk sebuah tampilan saja ? Jika uang bukan masalah buat Anda, so it’s no problemo. Tapi jika Anda bela-belain hutang ke sebuah plastik seukuran kartu nama (baca : kartu kredit) hanya demi mendapatkan gengsi tersebut, sebaiknya Anda pikir-pikir kembali niatan Anda itu. ;)
 ”Masalah sekuritas di Blackberry”
Untuk di Indonesia, pembelian BlackBerry secara resmi adalah dengan bundling dari pihak operator, Telkomsel, Indosat dan XL. Hati-hati jika Anda ingin memiliki BB dengan cara membeli lewat tangan kedua (second) ataupun secara BM (black market). Walaupun dipasaran (baca : internet) kita bisa jumpai teknologi untuk unlock, hacking, ataupun cracking terhadap PIN dan registrasi yang “mengunci” BlackBerry tersebut. Pada awalnya teknologi PIN dan registrasi ini untuk melindungi aset berharga dari si tangan jahil (baca : dicuri / kecopetan), tapi pada dasarnya adalah untuk ‘mengunci’ si pelanggan tersebut untuk loyal terhadap operator tersebut. (lagi-lagi trik marketing berbicara disini).
“BlackBerry bisa membuat autis kepada penggunanya”
Ketika seseorang telah asyik dengan dirinya sendiri dan “dunianya sendiri”, apalagi tidak memperdulikan lingkungan sekitar, menjadikan sikap ketergantungan yang teramat sangat, tidak bisa hidup tanpa “dunianya”,  maka orang tersebut boleh dibilang telah terkena gejala-gejala penyakit autis. Seorang pengguna maniak BlackBerry bisa menghabiskan waktunya berjam-jam, bahkan seharian penuh bersamanya. Entah untuk membalas email, memberikan komentar lewat blogwalking, upload foto terbaru kedalam facebook, ataupun sekedar browsing dan chatting dengan seseorang yang dari antah berantah diseberang sana.
Dia seolah-olah telah mempunyai dunianya sendiri, tidak menghiraukan lagi lingkungan disekitarnya. Toh dengan BlackBerry di genggamannya, dan koneksi internet selama 24 jam nonstop yang didapatnya, maka dia bisa menciptakan dunia yang sesuai dengan keinginannya. Dunia semu nan majemuk alias dunia maya.
Hal diatas pada dasarnya tidak hanya bisa terjadi kepada pengguna BB saja, tapi bisa terjadi pada siapa saja, para pengguna handphone yang hanya bisa untuk kirim sms dan menelpon saja pun juga bisa menciptakan dunia yang serupa. Jadi anggapan diatas tidaklah 100% benar.
Memang semua itu kembali pada diri masing-masing. Seberapa pentingkah memiliki BlackBerry itu untuk Anda ? Worthed (layak) kah Anda harus mengeluarkan uang seharga satu ekor sapi untuk sebuah alat komunikasi pintar ini ? Jangan sampai semua itu hanyalah demi kesenangan sesaat saja. ;)
Bagaimana menurut Anda ??

sumber": http://yudhiapr.blogdetik.com/2009/01/23/fenomena-blackberry-sesaat-kah/

28 Okt 2011

☺Remaja dan Bahasa GahOOL mereka☺

Hellow Guys kali ini gue bakal ngebahas tentang perkembangan bahasa GahooL atau prokem yang sedang marak di kalangan remaja kita, sebenernya gue rada risih dengan kemunculan para artis dadakan ini tapi mau gimana lagi -__-. ya udah let's check this out guys!


Kosakata remaja terus mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya referensi bacaan dengan topik-topik yang lebih kompleks. Remaja mulai peka dengan kata-kata yang memiliki makna ganda. Mereka menyukai penggunaan singkatan, akronim, dan bermain dengan kata-kata untuk mengekspresikan pendapat mereka.
Terkadang mereka menciptakan ungkapan-ungkapan baru yang sifatnya tidak baku. Bahasa seperti inilah yang kemudian banyak dikenal dengan istilah bahasa gaul. Di samping bukan merupakan bahasa yang baku, kata-kata dan istilah dari bahasa gaul ini terkadang hanya dimengerti oleh para remaja atau mereka yang kerap menggunakannya sehingga terkadang orang dewasa tidak memahami bahasa apa yang dikatakan oleh para remaja tersebut.
Penggunaan bahasa gaul ini merupakan ciri dari perkembangan psikososial remaja. Menurut Erikson (1968), remaja memasuki tahapan psikososial yang disebut sebagai identity versus role confusion, yaitu pencarian dan pembentukan identitas. Penggunaan bahasa gaul ini juga merupakan bagian dari proses perkembangan mereka sebagai identitas independensi mereka dari dunia orang dewasa dan anak-anak.
Bahasa gaul ini tidak hanya mereka (remaja) gunakan dalam berkomunikasi lisan tetapi mereka juga menggunakan bahasa gaul dalam penulisan. Biasanya mereka menggunakan bahasa gaul dalam menulis pesan singkat melalui telepon genggam. Ciri-ciri bahasa gaul yang digunakan remaja dalam menulis pesan singkat antara lain, yaitu (1) Dalam menulis kata biasanya mereka menggunakan kata-kata yang disingkat seperti lagi apa? menjadi gi pa?/pain, kuliah menjadi kul, sudah makan menjadi da mkn, bosan banget menjadi bosan bgt, kita menjadi qt, mau menjadi mo, pulang menjadi plg, padahal menjadi pdhl, kalau menjadi klo, dsb.
(2) Menggunakan simbol tambahan atau angka dalam menulis, misalnya p@ k@bar L0e?, tempat menjadi T4, sempat menjadi S4, berdua menjadi B2, senyum menjadi ^_^, babi menjadi :@), sedih menjadi :-( , pusing menjadi o:), mata genit menjadi ;-), dsb. Mereka tidak menyadari bahwa bagi orang awam membaca tulisan seperti itu sangatlah memusingkan, membuat mata sakit, dan susah memahaminya.
(3) Mereka juga terkadang menggunakan huruf z di belakang kata, contohnya because (bahasa Inggris) menjadi coz, easy (b. Inggris) menjadi ez, mengantuk menjadi Zzzzz, ketika mereka berbicara aksen huruf z pada akhir kata terdengar sangat jelas, sehingga membuat lawan bicara yang tidak memahaminya menjadi pusing.
Selain ciri-ciri tersebut masih ada ciri bahasa gaul yang digunakan remaja dalam berkomunikasi dan terkadang mereka juga menggunakannya dalam menulis. Ciri-ciri tersebut, antara lain membuat akronim yang diciptakan sendiri tanpa memperhatikan kaidah pembuatan akronim, contohnya baru balas menjadi rules, gagal total menjadi gatot, ketiak basah menjadi kebas, nonton hemat menjadi nomat, mudah ngiler menjadi mungil, cinta lewat dukun menjadi cileduk, golongan orang jelek menjadi golek, pulang duluan menjadi puldul, muka jaman dulu menjadi mujadul, makan siang menjadi maksi, keren habis menjadi keris, tukang tipu menjadi tuti, dsb.
Mereka juga menciptakan kata baru untuk menggantikan kata yang sebenarnya, contohnya kerja menjadi gawe, gila menjadi gokil, ayah menjadi bokap, ibu menjadi nyokap, tidak ada nyali menjadi cemen, sudah menjadi udin, selingkuhan menjadi sephia, kasih sayang menjadi kacang, lupa menjadi lupita, dsb.
Masih banyak sekali bahasa gaul yang digunakan para remaja dalam percakapan sehari-hari (untuk percakapan situasi tidak resmi). Memang tidak semua remaja menggunakan bahasa gaul. Remaja yang menggunakan bahasa gaul pada umumnya adalah remaja yang ingin dianggap beken atau tenar di kalangan teman-temannya. Mereka menganggap berbahasa gaul adalah keren.
Bahasa gaul yang digunakan anak remaja ini sudah populer dan menjalar ke mana-mana. Anak-anak pun mengetahui gaya bahasa ini. Bagaimana jika para remaja tersebut menggunakan penulisan bahasa gaul dalam pelajaran bahasa Indonesia di sekolah? Gurunya pasti tidak paham dan itu tidaklah sesuai dengan yang diajarkan di sekolah. Oleh karena itu, para remaja harus dapat menempatkan kapan dan dengan siapa mereka menggunakan bahasa gaul untuk berkomunikasi ataupun kapan mereka menggunakan bahasa gaul untuk menulis.